Uji Potensi Aromaterapi Bawang Merah (Allium cepa l.) Terhadap Kuman Di Udara, Sebagai Alternatif Pencegahan Koinfeksi Penderita ISPA

Categorie(s):
   Lecturer Research
Author(s):
   Susanty, Shantrya Dhelly - et.al
Advisor:
-
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
ISPA, Angka kuman udara, Aromaterapi bawang merah
DOI:
-
Abstract :
Sebagian besar ISPA disebabkan oleh virus atau campuran infeksi virus-bakteri. Pencegahan koinfeksi oleh bakteri merupakan salah satu cara untuk menurunkan kematian akibat ISPA yang disebabkan oleh virus. Penggunaan terapi inhalasi senyawa-senyawa volatil seperti pada bawang merah, berpotensi menawarkan pengobatan yang efektif untuk infeksi saluran pernapasan.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh aromaterapi bawang merah (Allium cepa L.) terhadap jumlah angka kuman di udara. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain pretes-postest group design. Variabel bebas adalah aromaterapi bawang merah dan variabel terpengaruh adalah jumlah angka kuman di udara. Data hasil penelitian yang normal dan homogen (setelah diuji dengan uji Saphiro-Wilk dan uji Levenes) akan dianalisa dengan Analysis of Varians (ANOVA) satu arah dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi bawang merah terhadap jumlah angka kuman di udara, kemudian dilanjutkan dengan analisis Post-Hoc Least Significant Difference (LSD) untuk menguji nilai kemaknaan antar kategori dalam penelitian ini.
Dari hasil penelitian didapatkan, jumlah koloni bakteri udara setelah difusi ekstrak air, ekstrak etanol dan minyak atsiri yaitu 309, 13 dan 196 cfu/15 menit. Sementara itu jumlah koloni jamur udara setelah difusi ekstrak air, ekstrak etanol dan minyak atsiri yaitu 40, 5 dan 56 cfu/15 menit. Data hasil penelitian di uji normalitas dan homogenitasnya. Setelah itu dilakukan analisa bivariat untuk melihat nilai signifikansi antar variabel. Hasil uji Kruskal-Wallis (Mann-Whitney U - Wilcoxon W) variabel angka bakteri udara diperoleh nilai p value 0,01. Hasil Uji one way ANOVA (Bonferroni post hoc) variabel angka jamur udara diperoleh nilai p value 0,00. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang merah efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur diudara.